Program Studi Teknik Elektro Universitas Medan Area (UMA) memperkenalkan inovasi agrivoltaic, sebuah teknologi yang menggabungkan panel surya dan sektor pertanian dalam satu ekosistem terpadu. Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan ketahanan pangan, serta menyediakan energi ramah lingkungan bagi kampus dan masyarakat sekitar.
Integrasi Panel Surya dan Pertanian dalam Satu Sistem
Agrivoltaic merupakan sistem yang mengombinasikan panel surya di atas lahan pertanian, memungkinkan produksi listrik sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman. Pendekatan ini memberikan sejumlah manfaat, termasuk:
Efisiensi penggunaan lahan, karena satu area dapat dimanfaatkan untuk dua kepentingan sekaligus.
Perlindungan tanaman dari cuaca ekstrem, seperti suhu tinggi dan curah hujan berlebih.
Pengurangan emisi karbon, sejalan dengan upaya mewujudkan lingkungan yang lebih hijau.
Melalui proyek ini, UMA berusaha mendorong teknologi berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi dan masyarakat luas.
Implementasi di Kebun Percobaan UMA
Sebagai proyek percontohan, sistem agrivoltaic ini akan dipasang di kebun percobaan UMA dengan luas 30×30 meter. Panel surya akan ditempatkan di atas lahan pertanian guna menghasilkan listrik sekaligus menciptakan lingkungan pertanian yang lebih stabil. Selain berfungsi sebagai sumber energi bersih, sistem ini juga akan membantu tanaman beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Lebih dari sekadar inovasi teknis, program ini juga menjadi fasilitas penelitian bagi mahasiswa Teknik Elektro UMA. Dengan adanya proyek ini, mahasiswa dapat melakukan eksperimen langsung dalam bidang teknologi energi terbarukan, mempelajari efisiensi sistem agrivoltaic, serta mengembangkan metode terbaik dalam integrasi energi dan pertanian.
Kolaborasi dengan Akademisi dan Industri
Pelaksanaan proyek agrivoltaic ini melibatkan dosen Teknik Elektro UMA, mahasiswa, serta mitra industri yang bergerak di bidang energi terbarukan. Ketua tim proyek, Muhammad Fadlan Siregar, S.T., M.T., IPM, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menghubungkan disiplin teknik elektro dengan pertanian produktif.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Elektro UMA, Ir. Habib Satria, M.T., IPM, ASEAN Eng, yang didampingi oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Eng. Supriatno, S.T., M.T., menegaskan bahwa UMA berkomitmen dalam pengembangan teknologi energi terbarukan, khususnya di Sumatera Utara.
“Program agrivoltaic ini adalah langkah strategis dalam menghubungkan disiplin teknik elektro dengan sektor pertanian, yang memiliki potensi besar di Sumatera Utara,” ujarnya.
Dengan adanya inovasi ini, UMA berharap dapat mendorong penggunaan energi bersih serta mendukung keberlanjutan lingkungan melalui sinergi antara teknologi dan pertanian.

