Desa Wisata Denai Lama di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik dengan potensi besar untuk dikembangkan. Salah satu daya tarik utama desa ini adalah Agrowisata Paloh Naga yang berlokasi di Dusun IV, Desa Denai Lama. Agrowisata ini menawarkan pengalaman wisata yang unik dengan memadukan keindahan hamparan sawah dan berbagai kegiatan menarik lainnya.
Agrowisata Paloh Naga menawarkan berbagai aktivitas wisata yang memikat, mulai dari rumah produksi makanan tradisional, sanggar seni, pendidikan karakter, hingga tracking di sekitar area wisata. Hal ini membuat pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan alam yang indah tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang sarat dengan nilai budaya dan edukasi. Salah satu fitur menarik lainnya adalah pasar tradisional yang menjadi bagian integral dari daya tarik wisata ini. Pasar tradisional ini dikelola oleh masyarakat setempat dan menawarkan berbagai produk lokal yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan berbagai makanan khas seperti getuk, dodol, dan pecel yang disajikan dengan cita rasa tradisional. Selain makanan, terdapat pula berbagai souvenir seperti tas, gantungan kunci, dan hiasan rumah tangga yang terbuat dari kayu, semuanya diproduksi oleh masyarakat sekitar. Pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, memberikan peluang bagi warga sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi aktif dalam sektor pariwisata.
Namun, pengelolaan agrowisata ini masih menghadapi beberapa tantangan. Setelah pandemi Covid-19, jumlah pengunjung tidak stabil, yang berdampak pada pendapatan pelaku usaha di dalamnya. Selain itu, manajemen dan kelembagaan pengelola agrowisata, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani, belum optimal dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha tani di kawasan wisata ini. Tantangan lain yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan petani dalam mengelola pertanian berkelanjutan dan keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk promosi wisata.

Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bertujuan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dengan melakukan pendampingan dan bantuan teknis dalam kegiatan pengabdian, sementara dosen berperan mengaplikasikan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu tujuan utama dari program ini adalah memperkuat kelompok tani sebagai bagian dari BUMDes dan mengembangkan mereka menjadi pelaku industri wisata pertanian yang kompetitif.
Program PkM ini juga berfokus pada peningkatan daya saing dan nilai tambah produk pertanian melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu langkah konkret adalah dengan pengembangan website khusus Desa Wisata yang berfungsi sebagai media promosi dan informasi. Melalui pelatihan pengelolaan website, kelompok tani diharapkan dapat memanfaatkan platform digital ini untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas agrowisata Paloh Naga di mata wisatawan. Dengan demikian, diharapkan kelompok tani dapat menjadi lebih mandiri dan tangguh, meningkatkan pendapatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Melalui berbagai upaya ini, Agrowisata Paloh Naga diharapkan mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman wisata yang edukatif dan memberdayakan masyarakat setempat. Peningkatan kompetensi kelompok tani dalam pengelolaan pertanian dan promosi wisata, serta penguatan manajemen BUMDes, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan agrowisata ini di masa depan.

