Universitas Medan Area (UMA) kembali mencatat prestasi gemilang sebagai institusi pendidikan yang diakui secara global. Baru-baru ini, UMA meraih pengakuan sebagai hub kedua dari Knowledge for Change (K4C) UNESCO di Indonesia. Pengakuan ini, tentu saja, memperkuat posisi UMA dalam mendorong ilmu pengetahuan dan inovasi. Khususnya, melalui kolaborasi strategis dengan komunitas lokal dan global. Dengan demikian, UMA kini berperan aktif dalam memimpin inisiatif pengembangan pengetahuan berbasis komunitas. Ini berlaku baik di dalam negeri maupun internasional.
Setelah resmi diakui sebagai hub K4C, UMA segera mengirim delegasi untuk berpartisipasi dalam Program Pelatihan Mentor Regional Asia. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para mentor dalam mengelola inisiatif berbasis komunitas. Inisiatif tersebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Selain itu, melalui pelatihan ini, UMA memperkuat perannya dalam mempercepat transformasi sosial. Transformasi ini diwujudkan melalui pengetahuan dan aksi nyata. UMA juga mengoptimalkan partisipasi dalam mengembangkan kemampuan akademis serta kolaboratif.

Program pelatihan ini melibatkan peserta dari berbagai negara di Asia. Semua peserta berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan berkelanjutan. Dalam kesempatan ini, UMA memanfaatkan peluang untuk berbagi pengalaman. UMA juga berbagi strategi kolaboratif untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan sosial masyarakat. Selain itu, UMA memperlihatkan kemampuannya dalam menghubungkan pendidikan dengan masalah sosial yang riil. Hal ini menciptakan dampak positif bagi komunitas lokal.
Sebagai hub kedua K4C UNESCO di Indonesia, UMA secara aktif menyebarkan nilai-nilai kolaborasi global-lokal. UMA juga mendorong pengembangan pengetahuan berbasis komunitas. Oleh karena itu, UMA terus menciptakan solusi inovatif untuk tantangan lokal. Ini menjadikannya sebagai pusat unggulan di Asia dalam mengembangkan model pendidikan berbasis komunitas. Dengan peran ini, UMA membuktikan diri sebagai institusi yang mampu memimpin perubahan. Perubahan tersebut diwujudkan melalui pendidikan berbasis pada kebutuhan masyarakat.

Rektor Universitas Medan Area, dalam sambutannya di acara tersebut, menegaskan komitmen UMA. “Ini adalah momentum bersejarah bagi UMA, di mana kami dapat berkontribusi lebih jauh bagi masyarakat global melalui jaringan K4C. Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif ini dan bertekad untuk melanjutkan pengembangan pendidikan berbasis komunitas.”Dengan pernyataan ini, UMA menunjukkan komitmennya terhadap perkembangan pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Selain itu, UMA mengoptimalkan keikutsertaannya dalam Program Pelatihan Mentor Regional Asia. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas institusi dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. UMA bertekad memperluas jangkauan pendidikan berbasis solusi di Asia. Dengan berkolaborasi bersama mentor dari berbagai negara, UMA memperkuat perannya. UMA berfokus pada menyelesaikan tantangan sosial melalui pendidikan inovatif dan berbasis komunitas.

